Langsung ke konten utama

Kampung Pulo, Keunikan Dan Larangan Adatnya


Tidak hanya menawarkan keindahan alam, Garut juga memiliki Wisata Budaya nya sendiri. Terletak di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Terdapat Kampung Adat yang unik, dimana kita sebagai pengunjung harus menyebrangi Situ menggunakan Getek. Wisata apakah itu? 

KAMPUNG PULO



Merupakan kampung penyebar Agama Islam di Garut. Kampung yang jauh dari Keramaian Suara Kendaraan, kampung yang Asri dan letaknya berada di satu kompleks dengan Candi Cangkuang. Penduduk di Kampung Pulo ini adalah keturunan almarhum Eyang Embah Arif Dalem Muhammad.

BANGUNAN YANG HANYA ADA 7 



Sejak Abad ke-17, Kampung Pulo ini hanya memiliki tujuh bangunan dan tidak diperbolehkan untuk menambah kepala keluarga. Tujuh bangunan itu di peruntukkan kepada tujuh anak dari almarhum Eyang Embah Arif Dalem Muhammad. Beliau sendiri memiliki 6anak perempuan dan satu anak laki-laki. Kabarnya bangunan rumah ini tidak boleh di tambah ataupun di kurangi. Sejak Abad ke-17 hanya ada enam rumah yang ditempati untuk anak perempuan dan 1 lagi untuk anak laki-laki beliau.

ATURAN DAN LARANGAN



Setiap tempat memiliki aturan dan larangan nya sendiri. Seperti di Kampung Pulo ini, disini tidak di perkenankan menabuh Gong besar, karena dah
Dulu anak laki-laki Beliau saat akan disunat di adakan acara besar. Acara terseb menampilkan arak-arak sisingaan dan diiringi musik gamelan dari gong besar. Namun saat itu ada angin badai besar dan anak beliau terjatuh tertimpa gong besar itu. Dikarenakan kejadianitu anak laki-laki dari almarhum Eyang Embah Arif Dalem Muhammad meninggal dunia.
Tidak boleh memelihara hewan ternak berkaki empat. Karena dulu penduduk Kampung Pulo mencari nafkah dengan cara bertani dan berkebun,di khawatirkan binatang berkaki empat itu akan merusak lahan dan di area Kampung Pulo juga terdapat Makam keramat di khawatirkan akan mengotori makam tersebut. Sebab itu di larang memelihara hewan ternak berkaki empat. Namun di perbolehkan untuk memakan atau menyembelih hewan berkaki empat.
Dilarang Ziarah pada malam Rabu dan hari Rabu. Konon Dahulu pada masa Agama Hindu, hari baik untuk memuja patung adalah malam Rabu dan hari Rabu. Dan saat Beliau disana hari tersebut di gunakan untuk memperdalam ajaran Agama Islam.

KEPALA KELUARGA YANG TIDAK BERTAMBAH



Rumah yang di bangun hanya ada 7 dan itu berarti tidak di perkenankan menambah kepala keluarga. Karena putra dari almarhum Eyang Embah Dalem Arif Muhamad meninggal hanya Ada 6 kepala keluarga, jika anak-anak dari keturunan almarhum Eyang Embah Dalem Muhammad ini menikah, setelah 2 minggu pernikahan nya harus keluar dari Rumah tersebut dan tinggal di luar Kampung Pulo. Jika para orangtua mereka telah meninggal di bolehkan untuk masuk kembali ke Kampung Pulo untuk mengisi kekosongan rumah. Dan penduduk Kampung Pulo tidak diperkenankan mencari nafkah di luar pulau. Ini bertujuan untuk tetap melestarikan adat dan budaya di Kampung Pulo agar tetap lestari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lokananta, Galeri musik Indonesia

Museum Lokananta, adalah galeri musik yang berada di Kota Solo, wisata ini memiliki sejarah permusikan yang dulu nya tempat ini terbatas untuk umum kemudian di lakukan revitalisasi, dan di buka kembali untuk masyarakat umum. Dulunya saat masih beroprasi galeri ini merupakan pabrik piringan hitam dan perusahaan rekaman di Indonesia. Alamat Lokananta dan Jam Buka Galeri Lokananta berada di Jl. A. Yani No.379 A, Kerten, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Utuk hari dan jam berkunjung ke Galeri Lokananta bisa di lakukan pada hari Rabu - Senin di jam 10.00 WIB sampai jam 16.00 WIB. Dan pada hari Selasa Galeri ini tutup. Untuk waktu reservasi kunjungan hanya di batasi 3 sesi. Untuk sesi 1 jam 10.00 WIB, untuk sesi 2 jam 12.00 WIB, dan untuk sesi 3 jam 14.00 WIB. Cara Masuk Galeri Di kerenakan hanya ada sedikit sesi kunjungan di galeri ini, maka pengunjung di haruskan untuk membuat reservasi terlebih dahulu. Pengunjung bisa Mengunjungi Instagram resmi Lokananta @lokanantabloc kemudian ...

Gedung Djoeang 45 Solo

Monumen Laskar Putri Surakarta Gedung Djoeang 45 adalah salah satu bangunan bersejarah di Indonesia. Pembangunan nya di mulai saat Pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1876 dan selesai di bangun di tahun 1880. Dan Saat ini menjadi Bangunan Cagar Budaya di Kota Solo. Bangunan ini juga memiliki monumen di halaman depan dan monumen itu bernama Monumen Laskar Putri Surakarta, monumen itu di buat untuk mengenang peran wanita dalam perjuangan kemerdekaan khususnya dalam serangan 4 hari di tahun 1945. Gedung Djoeang 45 sisi kiri Alamat dan jam buka Halaman depan Gedung Djoeang 45 Gedung Djoeang 45 berada di Jl. Kapten Mulyadi No.113, Kedung Lumbu, Pasar kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Jam buka dari Gedung Djoeang 45 ini di jam 17.00 - 00.00 WIB. Gedung Djoeamg 45 sisi kanan  Tiket masuk Area Dekat Gelatoku Untuk dapat masuk ke Gedung Djoeang 45 ini teman- teman cukup memesan Gelato yang ada di Bagian dalam, gelato nya bernama Gelatoku, rasanya enak, harga nya murah, dan bisa teman-...

Masjid Raya Seikh Zayed Solo

Masjid Raya Seikh Zayed Berkunjung ke Kota Solo tidak hanya bisa menemukan bangunan peninggalan Belanda yang menjadi Ikonik Kota Solo atau museum musik Lokananta Galeri Musik Indonesia  yang menjadi Museum Perekaman pertama di Indonesia, tapi ada juga masjid yang besar dan cantik yang berada di Solo. Masjid ini bernama Masjid Raya Seikh Zayed yang kabarnya Masjid Raya Seikh Zayed ini adalah merupakan simbol Persahabatan antara Negara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Masjid Raya Seikh Zayed ini juga merupakan replika dari Bangunan aslinya yang bernama Seikh Zayed Grand Mosque. Masjid Raya Seikh Zayed ini memiliki bangunan yang sangat luas dan bangunan nya memiliki arsitektur yang sangat bagus sekali.  Alamat dan Aturan Berkunjung Masjid Raya Seikh Zayed Masjid Raya Seikh Zayed ini lokasinya sangat setrategis dan berada di pinggir jalan. Jika teman-teman ingin berkunjung, silahkan datang ke alamat  Jl. Ahmad Yani No.128 Gilingan, Kecamatan Banjar Sari, kota Surakarta, Jawa T...