Langsung ke konten utama

Taman Wisata Alam Camplong

     


     Hari minggu sebelum postingan ini saya terbitkan, saya mencoba mendatangi Taman Wisata Alam Camplong ( TWA Camplong ). Kebetulan letaknya tidak terlalu jauh dari tempat dimana saya tinggal. Memang, Nusa Tenggara Timur tidak ada habis nya. Apalagi Kabupaten Kupang. Daerah ini sebenarnya banyak memiliki potensi Wisata Alam yang bagus-bagus. Jadi seperti apa sih Taman Wisata Alam Camplong ini? Secara administratif tempat ini mencakup 4 desa sekaligus yaitu Desa Camplong I, Desa Camplong II, Desa Naunu, dan Desa Oebola. Ke 4 Desa itu berada di Kecamatan Fatuleu.


Mata Air yang tidak Pernah Habis


     Mata air yang tidak pernah habis ini selain di gunakan untuk keperluan penduduk seperti mandi, mencuci, mengambil air untuk diminum. Di mata air ini juga di buatkan kolam pemandian dengan nama Oenaek.


Gua Alam


     Selain ada kolam renang Oenaek, dikawasan ini pula terdapat gua berkarang yang bisa kita masuki, akar-akar pohon juga sangat besar, terlihat jika kita memasuki gua. Akar besar itu terdapat di sisi atas pintu masuk gua. Jika teman-teman hobi melakukan lintas alam, teman-teman bisa mencoba memasuki gua ini.


Memiliki Buaya


     Ditempat ini juga terdapat 2 buaya yang di masukan kedalam kandang. Buaya pertama berada di sebelah kiri pintu masuk, merupakan buaya yang sepertinya paling besar. Tapi menurut saya kandang buaya yang di gunakan tidak rutin dibersihkan. Karena di atas kandang buaya banya daun-daun yang berguguran dan menumpuk.


     Sedangkan buaya yang ke-dua ada di sebelah kanan pintu keluar, letaknya dekat dengan jalan menuju gua. Buaya ini lebih kecil dibandingkan yang dekat dengan pintu masuk. Tapi anehnya di kandang ini tidak di sediakan cukup air untuk buaya yang di kandangi dan hanya ada 1 batu besar di dalam kandang buaya ini. Saat teman saya bertanya kepada warga setempat, seorang bapak-bapak yang datang untuk mengambil air, kenapa buaya ini tidak diberi air / makan. Bapak itu menjawab katanya buaya ini tidak sembarangan boleh di berikan  makan, bapak itu menjelaskan kalau buaya ini adalah buaya Adat.


Fasilitas 


     Fasilitas yang di sediakam di kawasan TWA Camplong ini adalah tempat parkir, warung-warung kecil yang berada di sebrang TWA Camplong, kamar mandi, dan beberapa lopo-lopo untuk beristirahat. Hanya saja menurut saya pribadi. Kebersihan tempat ini masih kurang. Sepertinya tidak ada petugas kebersihan di kawasan ini, terlihat dari bagaimana kandang buaya itu dibiarkan berantakan. Dan juga tempat sampah yang tidak di buang di tempatnya. Hingga ranting-ranting besar yang ambruk dekat dengan jalan setapak munuju gua alam. Semoga kedepan nya. Dinas pariwisata setempat memperhatikan TWA Camplong ini. Sangat disayangkan sekali Wisata Alam seperti ini di biarkan tidak terawat.


Tiket Masuk


     Untuk harga tiket masuk nya sendiri, saat saya datang kesana tidak ada orang yang menjaga loket tersebut. Entah bertepatan pada hari minggu atau bagaimana. Mungkin mereka sedang melaksanakan ibadah. Tapi bagaimanapun itu, sebaiknya petugas penjaga loket harus bergantian bertugas. Jika salah satunya ibadah pagi, yang lain di harapkan bisa standby dan saat ibadah pagi selesai staf lain nya bisa mengikuti ibadah sore. Karena menurut saya jika dapat memanfaatkan Kawasan TWA Camplong ini dengan baik perekonomian setempat lebih maju, dan dapat membuka banyak lapangan pekerjaaan bagi para warga sekitar Camplong ini. 


Cara Menuju Lokasi


     TWA Camplong ini beralamat di Jl.Oesao -Bokong, Camplong I, Fatuleu, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jika teman-teman search alamat ini di Google Maps teman-teman dapat langsung menemukan lokasi nya dengan mudah. Letak nya strategis karena berada di pinggir jalan. Seperti yang sudah sering saya katakan. Susah menemukan Ojek online di daerah ini. Maka teman-teman saya sarankan untuk menyewa kendaraan sendiri atau menggunakan kendaraan pribadi, bisa juga menggunakan mini bus yang tujuan nya ke arah Soe yang juga satu arah menuju TWA Camplong. Teman-teman bisa sampaikan saja kepada kenet bus untuk berhenti di TWA Camplong.




Kita tidak akan pernah tau, kemana takdir akan membawa kita. Yang terpenting adalah, bagaimana cara kita semua dapat bersyukur atas semua apa saja yang datang dengan baik kepada kita.

~Anggi Viana Rissa~




Komentar

  1. We function inside a strict framework of accountable gaming conduct. The integrity of all real-money gambling video games at our on-line on line casino is ironclad. You 메리트카지노 can trust 888casino to offer you probably the most authentic, technologically advanced, real cash gambling experience.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lokananta, Galeri musik Indonesia

Museum Lokananta, adalah galeri musik yang berada di Kota Solo, wisata ini memiliki sejarah permusikan yang dulu nya tempat ini terbatas untuk umum kemudian di lakukan revitalisasi, dan di buka kembali untuk masyarakat umum. Dulunya saat masih beroprasi galeri ini merupakan pabrik piringan hitam dan perusahaan rekaman di Indonesia. Alamat Lokananta dan Jam Buka Galeri Lokananta berada di Jl. A. Yani No.379 A, Kerten, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Utuk hari dan jam berkunjung ke Galeri Lokananta bisa di lakukan pada hari Rabu - Senin di jam 10.00 WIB sampai jam 16.00 WIB. Dan pada hari Selasa Galeri ini tutup. Untuk waktu reservasi kunjungan hanya di batasi 3 sesi. Untuk sesi 1 jam 10.00 WIB, untuk sesi 2 jam 12.00 WIB, dan untuk sesi 3 jam 14.00 WIB. Cara Masuk Galeri Di kerenakan hanya ada sedikit sesi kunjungan di galeri ini, maka pengunjung di haruskan untuk membuat reservasi terlebih dahulu. Pengunjung bisa Mengunjungi Instagram resmi Lokananta @lokanantabloc kemudian ...

Gedung Djoeang 45 Solo

Monumen Laskar Putri Surakarta Gedung Djoeang 45 adalah salah satu bangunan bersejarah di Indonesia. Pembangunan nya di mulai saat Pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1876 dan selesai di bangun di tahun 1880. Dan Saat ini menjadi Bangunan Cagar Budaya di Kota Solo. Bangunan ini juga memiliki monumen di halaman depan dan monumen itu bernama Monumen Laskar Putri Surakarta, monumen itu di buat untuk mengenang peran wanita dalam perjuangan kemerdekaan khususnya dalam serangan 4 hari di tahun 1945. Gedung Djoeang 45 sisi kiri Alamat dan jam buka Halaman depan Gedung Djoeang 45 Gedung Djoeang 45 berada di Jl. Kapten Mulyadi No.113, Kedung Lumbu, Pasar kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Jam buka dari Gedung Djoeang 45 ini di jam 17.00 - 00.00 WIB. Gedung Djoeamg 45 sisi kanan  Tiket masuk Area Dekat Gelatoku Untuk dapat masuk ke Gedung Djoeang 45 ini teman- teman cukup memesan Gelato yang ada di Bagian dalam, gelato nya bernama Gelatoku, rasanya enak, harga nya murah, dan bisa teman-...

Masjid Raya Seikh Zayed Solo

Masjid Raya Seikh Zayed Berkunjung ke Kota Solo tidak hanya bisa menemukan bangunan peninggalan Belanda yang menjadi Ikonik Kota Solo atau museum musik Lokananta Galeri Musik Indonesia  yang menjadi Museum Perekaman pertama di Indonesia, tapi ada juga masjid yang besar dan cantik yang berada di Solo. Masjid ini bernama Masjid Raya Seikh Zayed yang kabarnya Masjid Raya Seikh Zayed ini adalah merupakan simbol Persahabatan antara Negara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Masjid Raya Seikh Zayed ini juga merupakan replika dari Bangunan aslinya yang bernama Seikh Zayed Grand Mosque. Masjid Raya Seikh Zayed ini memiliki bangunan yang sangat luas dan bangunan nya memiliki arsitektur yang sangat bagus sekali.  Alamat dan Aturan Berkunjung Masjid Raya Seikh Zayed Masjid Raya Seikh Zayed ini lokasinya sangat setrategis dan berada di pinggir jalan. Jika teman-teman ingin berkunjung, silahkan datang ke alamat  Jl. Ahmad Yani No.128 Gilingan, Kecamatan Banjar Sari, kota Surakarta, Jawa T...